isi kepala
isi kepala
Published on 2026-05-01 / 49 Visits
0
1

[jurnal] Eksperimen Upgrade Panel FHD ke WQHD Thinkpad X1 Carbon

Seri Laptop Eksperimen

Seri LCD yang bermasalah

Seri LCD pengganti

Lenovo Thinkpad X1 Carbon

B140HAN03.1 FHD

B140QAN02.3 QHD

1. Awal

Eksperimen ini berawal dari permasalahan LCD yang bergetar lalu kemudian menghitam. Namun gambar di atas sebenarnya bukan kondisi yang terburuk. Kondisi terburuk dari panel laptop ini saat dimana semuanya sudah menghitam. Kemudian kebetulan saya mempunyai kerabat yang menggunakan laptop serupa, hanya berbeda generasi dan kondisinya mati total. Jadi mulai tercetus sebuah ide untuk mengambil LCD dari laptop yang mati total sebagai bahan untuk laptop pada eksperimen ini.

2. Permasalahan utama saat ide muncul

Sebetulnya idenya sederhana, mengambil LCD pada laptop yang mati total, kemudian pasang ke laptop yang LCD nya bermasalah. Namun ternyata kebenaran tidak se-sederhana itu.

Memang pentingnya untuk membaca terlebih dahulu sebelum praktik. Setelah dibongkar ternyata ada ketidaksamaan pin pada panel, dimana pada panel FHD/1080 itu memiliki 30 pin konektor, sedangkan pada panel WQHD/2K itu memiki 40 pin konektor. Memang baru lebih jelas lagi diketahui setelah membaca spesifikasi lebih detail dari panel FHD dan WQHD ini.

3. Akal-akalan ke-1 setelah permasalahan ditemukan

Akal-akalan pertama muncul setelah mengetahui bahwa perbedaan hanya di pin konektor panelnya saja, sedangkan untuk pin konektor ke motherboard dan daya yang dibutuhkan itu sama (tentunya berdasarkan pemahaman saya sejauh ini ya). Nah sembari meneguk kopi dan membahas soal permasalahan yang terjadi, salah satu kerabat mulai memberikan informasi di marketplace terdapat barang Screen EDP 30 pin to 40 pin converter board adapter yang menjadi maksud dari akal-akalan pertama ini. Tentu ekspetasinya dengan converter ini, eksperimen berhasil. Mungkin untuk detail barang bisa dilihat pada foto di bawah ini.

Alih-alih berhasil, yang didapat malah bunyi "beep" khas Lenovo Thinkpad saat laptop booting. Entah mungkin memang tidak bisa menggunakan converter tambahan pada panel atau converter ini memang tidak berfungsi karena saya membeli dengan harga yang terlampau murah. Karena converter yang saya beli disini harganya hanya 30 ribu. Sedangkan untuk converter lain rata-rata harganya kisaran ratusan ribu, jauh juga kalau dipikir-pikiršŸ˜….

4. Akal-akalan ke-2 setelah permasalahan converter

Dari converter yang gagal, akal-akalan berikutnya muncul karena sebelumnya diketahui bahwa perbedaan itu hanya pada pin konektor panelnya saja, sedangkan pin konektor motherboardnya tetap sama, yaitu 30 pin. Mungkin jelasnya bisa lihat pada gambar di bawah ini.

Jadi diputuskanlah untuk mengambil kabel eDP (Embedded DisplayPort) nya sekalian, bukan hanya panel WQHD/2K nya saja. Nah kabel eDP itu sendiri apa sih? mungkin untuk jelasnya bisa googling yak karena tulisan ini jurnal, bukan teori atau tutorial. Disini saya beri jelas gambar eDP cable ini saja.

5. Hasil akhir

Sebetulnya sempat ragu, namun karna ini eksperimen yang dimana tidak akan tahu bisa atau tidak tanpa mencoba. Ternyata setelah sekalian mengambil kabel eDP (Embedded DisplayPort) dan kemudian dinyalakan akhirnya eksperimen upgrade panel dari FHD/1080 ke WQHD/2K ini berhasil.

Eksperimen ini sebenarnya diluar ekspektasi, karna tujuannya saya hanya ingin "menyelamatkan" laptop, tapi justru berakhir dengan upgrade resolusišŸ˜….

6. Penutup

Di akhir, eksperimen ini tentu tidak saya lakukan sendiri. Ada beberapa orang yang ikut berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung dan saya akan cantumkan di tulisan saya ini:

  • Yosep Wegig, sebagai unit donor (pemilik laptop mati total) yang LCD dan kabel eDP-nya menjadi bahan utama eksperimen ini.

  • Fajar Rusdi, Ardinta Ananda, Esa Syabani, tim bongkar pertama laptop eksperimen dan laptop Yosep Wegig (walaupun dengan literasi dadakan).

  • Anom Aji, yang memberikan informasi awal terkait adanya converter 30 pin to 40 pin konektor.

  • Faris Mujibur, partner eksekutor uji coba converter sekaligus pengusul ide untuk sekalian mengambil kabel eDP—yang pada akhirnya menjadi kunci keberhasilan eksperimen ini.

Tanpa kontribusi mereka, kemungkinan besar eksperimen ini berhenti di tahap ā€œbeep errorā€ sajašŸ˜….


Comment