Pada postingan pertama saya, saya akan membahas tentang Rongpin King3399 atau yang sering disebut King3399, sebuah ARM device yang menarik perhatian (saya) karena harganya yang realtif murah dan performanya yang powerful di kelasnya. Dengan fitur yang lengkap, spesifikasi tinggi, dan harga yang kompetitif, Rongpin King3399 bisa menjadi salah satu alternatif menarik untuk IoT device atau mini lab server. Untuk itu, mari kita bedah pada artikel ini.
Spesifikasi

King3399 dibekali prosesor Rockchip RK3399, RAM 2G/4G (tergantung varian), build in 8GB eMMC, Gigabit ethernet, USB type C, banyak pin header GPIO, dll.
CPU
King mempunyai 2 core yang terbagi menjadi 2 arsitektur
2 CPU Cortex A72 up to 1.8Ghz untuk mode peformance.
4 CPU Cortex A53 up to 1.4Ghz untuk mode hemat daya.
RAM
King memiliki RAM DDR3L dengan max speed 1866 mhz sebesar 2GB atau 4GB tergantung varian.
Storage
Build in eMMC sebesar 16GB, salah satu fitur yang menurut saya sangat bermafaat karena umur microsd tidak selama umur eMMC.
iGPU
King sendiri sudah include dengan iGPU Mali-T864 GPU yang mendukung OpenGL ES1.1/2.0/3.0/3.1, OpenCL, DX11.
Ethernet
Untuk ethernet sendiri, King3399 sudah mendukung 1Gbe dan auto negotiation 10/100/1000Mbps.
Wireless
Untuk wirelessnya sendiri, king kurang begitu oke. Dikarenakan device ini menggunakan AP6365S. Oke dual band plus bluetooth, tapi dia max bandwidth yang bisa dibawa hanya 54Mbps. Apabila menggunakan openwrt/linux, wireless hanya tertera 1 interface untuk 2 frekuensi.
Bluetooth
Bluetooth device ini berada didalam 1 chip yang sama dengan wireless, teknologi bluetooth yang dipakai masih 4.0. but it's ok for remote control only.
mPCIE 4G
Ada slot mpcie untuk 4g dengan micro sim, apabila mau pakai module 4g, device ini menyediakan slot mpcie, apabila module yang dipakai ngff bisa pakai converter ngff to mpcie.
Varian
King3399 mempunyai 2 tipe, tipe A yang berbentuk persegi panjang dan tipe B lebih kotak atau persegi. Yang sekarang saya miliki hanya tipe A. Saya baca spesifikasi, perbedaan hanya lokasi I/O dan RAM tipe B sebesar 4GB.

Perbandingan
Dari spesifikasi diatas, saya coba bandingkan dengan device Raspberry Pi 4, perbedaan utama bisa diliat pada tabel dibawah ini:
* AP6365S: Bandwith max 54 Mbps.
Kompatibel
Pada dasarnya king ini adalah sbc pada umumnya yang dapat dipasang atau diinstall banyak OS. Tetapi by default device yang saya punya build in Android, rilis dengan Android 7 dan bisa diupgrade sampai 9 atau 10. Saya sudah coba beberapa OS dan cukup stabil hingga saat ini. Beberapa OS yang sudah saya coba:
Android 10
Linux (Ubuntu, Debian)
Openwrt
Kelemahan
Meski device ini termasuk device yang oke dengan harga yang beredar dipasaran, tapi ada beberapa kelemahan, seperti:
Minim referensi untuk develope device ini jika ingin custom, sebagian besar artikel King berasal dari Cina.
GPIO terkadang tidak otomatis hidup apabila kena listrik padam, bahkan kadang soft restart
rebootpun GPIO harus dibuat startup service.Low speed network, wifi device ini menurut saya termasuk kurang oke karena hanya 54Mbps.
Kesimpulan
Dari artikel diatas dapat kita tarik kesimpulan, device ini tidak direkomendasikan untuk pengguna yang ingin menggunakan wifi diatas 54Mbps. Tapi apabila ingin dijadikan mini server atau IoT server ataupun network server tanpa wireless, mungkin bisa pertimbangkan device Rongpin King3399.
Tambahan
Blog ini dideploy diatas Rongpin RK3399 over docker