Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Pada part kedua ini ada 2 contoh yang saya ingin share, yang pertama membuat direktori dan juga mengubah nama suatu file.
1. Membuat berbagai direktori
Kurang lebih caranya sama seperti di tulisan sebelumnya, dimana contoh kasus kita harus membuat direktori Fatur, Rozaq, dan Fadlan didalam direktori Operations. Biasanya, kita membuat dengan cara berikut:
mkdir -p Operations/Fatur
mkdir Operations/Rozaq
mkdir Operations/Fadlan
ls Operations/
.... Outputnya .....
Fadlan Fatur Rozaq ## direktori Fatur Rozaq dan Fadlan akan terbuat saat dijalankan command line lsnah, kalo menggunakan ekspansi ini bisa kita persingkat jadi:
mkdir -p Operations/{Fatur,Rozaq,Fadlan}
ls Operations/
.... Ouptutnya akan sama seperti cara sebelumnya ....
Fadlan Fatur Rozaq
2. Mengganti nama file
Mungkin kita bisa langsung ke contoh kasus. Contoh kasus sederhana dimana kita harus menambahkan konfigurasi pada suatu file dengan detail berikut:
Judul : Penambahan parameter dalam konfigurasi production.service
Lokasi : server-production-master
File : /etc/systemd/system/production.service
Perubahan : menambahkan parameter --always.on pada production.service
Tujuan : optimalisasi service production.serviceDari contoh kasus di atas, sebenarnya sederhana kita bisa langsung menambahkan parameter --always.on menggunakan text editor, vi, vim atau nano. Namun, alangkah baiknya untuk membuat backup terlebih dahulu sebelum melakukan penambahan/perubahan pada lingkup production. Dalam kasus ini baiknya file production.service dibuat duplikat agar saat nanti apabila terjadi kesalahan ataupun kegagalan pada konfigurasi yang baru saja kita lakukan, kita bisa gunakan file konfigurasi yang lama sebagai untuk rollback dengan cepat.
nah biasanya kita bisa langsung aja jalanin command line:
## dengan absolute path
cp /etc/systemd/system/production.service /etc/systemd/system/production.service.backup
atau
## dengan relative path
cd /etc/systemd/system/
cp production.service production.service.backupapabila kita menggunakan ekspansi kita bisa mempersingkat command line menjadi:
## absolute path
cp /etc/systemd/system/productin.service{,.backup}
atau
## relative path
cp production.service{,.backup} ##sebelum menjalankan command line ini, pindah ke direktori tempat file berada.yang dimana hasilnya akan sama dengan command line yang dijalankan sebelumnya. Tentu menurut saya pribadi dalam kasus ini Brace Expansion menjadi lebih mudah dan cepat.
lalu apabila dibutuhkan tindakan rollback apakah bisa juga menggunakan brace expansion ini?
Tentu saja bisa. Tindakan rollback bisa dilakukan dengan lebih simpel dengan cara:
mv /etc/systemd/system/production.service{.backup,}Yang hasilnya konfigurasi lama akan menimpa dan menggantikan konfigurasi yang baru. Apakah itu bisa dicoba? ya, saya sudah mencobanya. Bisa lihat gambar berikut.

Kurang lebih sampai disini yang bisa saya share untuk Brace Expansion part kedua ini. Apabila ada yang bisa saya share kembali saya akan buatkan part selanjutnya terkait tulisan ini atau tulisan lain yang tujuannya sebagai informasi yang bisa mungkin bermanfaat😅.